Home » Posts filed under Akreditasi Perguruan Tinggi
Diposting oleh
Unknown on Minggu, 11 September 2011
Di Indonesia Akreditasi Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta dilakukan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan satu-satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia (dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional. Tugas utama badan ini adalah: meningkatkan mutu pendidikam tinggi, memperkenalkan serta menyebarluaskan "Paradigma Baru dalam Pengelolaan Pendidikan Tinggi", dan meningkatkan relevansi, atmosfir akademik, pengelolaan institusi, efisiensi dan keberlanjutan pendidikan tinggi.
Fungsi utama Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
Membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam pelaksanaan salah satu kewajiban perundangannya, yaitu penilaian mutu perguruan tinggi, yaitu Perguruan Tinggi Negeri, Kedinasan, Keagamaan, dan Swasta.(UU No. 20 tahun 2003, PP No. 60/1999, SK Menteri Pendidikan Nasional No. 118/U/2003).
Proses Akreditasi
Proses akreditasi program studi dimulai dengan pelaksanaan evaluasi diri di program studi yang bersangkutan. Evaluasi diri tersebut mengacu pada pedoman evaluasi diri yang telah diterbitkan BAN-PT, namun, jika dianggap perlu, pihak pengelola program studi dapat menambahkan unsur-unsur yang akan dievaluasi sesuai dengan kepentingan program studi maupun institusi perguruan inggi yang bersangkutan. Dari hasil pelaksanaan evaluasi diri tersebut, dibuat sebuah rangkuman eksekutif (executive summary), yang selanjutnya rangkuman eksekutif tersebut dilampirkan dalam surat permohonan untuk diakreditasi yang dikirimkan ke sekertariat BAN-PT.
Sekertariat BAN-PT akan mengkaji ringkasan eksekutif dari program sudi tersbut, dan jika telah memenuhi semua kompoen yang diminta dalam pedoman evaluasi diri sekertariat BAN-PT akan mengirimkan instrumen akreditasi yang sesuai dengan tingkat program studi setelah instrumen akreditasi diisi, program studi mengirimkan seluruh berkas (intrumen akreditasi yang telah diisi dan lampirannya, beserta copy-nya) ke sekertariat BAN-PT. Jumlah copy yang harus disertakan untuk program studi tingkat Diploma dan Sarjana sebanyak 3 copy, sedangkan untuk program studi tingkat Magister dan Doktor sebanyak 4 copy. Penilaian dilakukan setelah seluruh berkas diterima secara lengkap oleh sekertariat BAN-PT. Proses akreditasi program studi dapat diilustrasikan seperti gambar dibawah ini.
Keanggotaan
Keanggotaan BAN-PT pada Organisasi Akreditasi Internasional
Untuk memeproleh pengakuan (recognition) dalam bidang akreditasi pendidikan tinggi, BAN-PT telah bekerjasama dengan beberapa badan akreditasi di dunia. Disamping itu BAN-PT juga telah menjadi anggota dari jaringan badan-badan akreditasi pendidikan tinggi di dunia (International Network for Quality Assurance Agency in Higher Education - INQAAHE ).
Kerjasama BAN-PT dengan badan-badan akreditasi pendidkan tinggi di dunia dalam bentuk studi banding, baik oleh pihak BAN-PT sendidri maupun oleh pihak luar, dan pengikutsertaan anggota BAN-PT menjadi asesor dalam akreditasi pendidkan tinggi di negara lain.
Badan-badan akreditasi yang pernah dikunjungan untuk studi banding antar lain:
1. Accreditation Board of Engineering and Technological (ABET), di Amerika Serikat.
2. Australian Universities Quality Agency (AUQA) , di Australia.
3. Council for Higher Education Accreditation (CHEA), di Amerika Serikat.
4. National Accreditation Agency (Lembaga Akreditasi Negara – LAN), di Malaysia.
5. National Council for Accreditation of Teacher Education (NCATE), di Amerika Serikat.
6. Quality Assurance Agency (QAA), di Inggris.
7. Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges, and Universities (PAASCU).
Sedangkan badan-badan akeditasi yang pernah melakukan studi banding indonesia adalah:
Lembaga Akreditasi Negara (LAN), di Malaysia
Untuk pengikutsertaan anggota BAN-PT dalam akreditasi pendidikan tinggi di negara lain, BAN-PT pernah mengirimkan Willi Toisuta, Ph.D (sekertaris BAN-PT saat itu) untuk berperan aktif pada akreditasi suatu perguruan tinggi di Australia yang dilakukan oleh AUQA.
More about → Akreditasi Perguruan Tinggi
Diposting oleh
Unknown on Sabtu, 06 Agustus 2011
Universitas Negeri Jakarta atau UNJ adalah perguruan tinggi negeri yang terdapat di kota Jakarta,Indonesia. Berdiri pada tahun 1964. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia merasakan kurangnya tenaga kependidikan di semua jenjang dan jenis lembaga pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah mendirikan berbagai kursus pendidikan guru. Sekitar tahun 1950-an, pada jenjang di atas pendidikan menengah didirikan B-I, B-II, dan PGSLP yang bertugas menyiapkan guru-guru untuk sekolah lanjutan. Usaha-usaha untuk meningkatkan mutu dan jumlah guru terus dilakukan melalui pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri P dan K No. 382/Kab. tahun 1954.
PTPG ini didirikan di empat kota yakni Batusangkar, Manado, Bandung, dan Malang. Dengan demikian terdapat dua macam lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru, yaitu Kursus B-I/B-II/PGSLP dan PTPG. Kedua lembaga ini kemudian diintegrasikan menjadi satu lembaga pendidikan melalui berbagai tahap. Pada tahun 1957, PTPG diintegrasikan ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada universitas terdekat. Berdasarkan PP No. 51 tahun 1958 Fakultas Paedagogik diintegrasikan ke dalam FKIP.
Pada tahun 1963, oleh Kementerian Pendidikan Dasar didirikan Institut Pendidikan Guru (IPG) untuk menghasilkan guru sekolah menengah; sementara berdasarkan Keputusan Menteri P dan K No. 6 dan 7, tanggal 8 Februari 1961 Kursus B-I dan B-II diintegrasikan ke dalam FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi yang juga menghasilkan guru sekolah menengah. Dualisme ini dirasakan kurang efektif dan mengganggu manajemen pendidikan guru. Untuk mengatasi ini maka kursus B-I dan B-II di Jakarta diintegrasikan ke dalam FKIP Universitas Indonesia.
Melalui Keputusan Presiden RI No. 1 tahun 1963 tanggal 3 Januari 1963, ditetapkan integrasi sistem kelembagaan pendidikan guru salah satu butir pernyataan Kepres. tersebut adalah bahwa surat keputusan ini berlaku sejak 16 Mei 1964, yang kemudian dinyatakan sebagai hari lahirnya IKIP Jakarta. FKIP dan IPG diubah menjadi IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Proses pengintegrasian FKIP-Universitas Indonesia dan IPG Jakarta, melahirkan IKIP Jakarta. Dalam perkembangan selanjutnya IKIP Jakarta setelah berusia lebih kurang 36 tahun, sejak tanggal 4 Agustus 1999 berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berdasarkan Keppres 093/1999 tanggal 4 Agustus 1999, dan peresmiannya dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 31 Agustus 1999 di Istana Negara.
Hari jadi Universitas Negeri Jakarta ditetapkan sama dengan hari jadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta yang merupakan cikal bakal Universitas Negeri Jakarta yaitu pada tanggal 16 Mei 1964.
Campuses
UNJ campuses are spread is East and South Jakarta. The main campuses, Campus A and Campus B, are in Rawamangun area, in East Jakarta, a walking distance from each other. Both campuses are on the main roads Jalan Daksinapati and Jalan Pemuda, not far from the Cawang – Tanjung Priok toll road exit, and accessible by various public tranportations. From the Sukarno – Hatta airport to both campusses will take you to traditional super-, and hypermarkets. And, in case you need it, to the Persahabatan Hospital. The National Language Centre, with its extensive library on the lenguages of the archipellago is also next door to Campus A. Campus B boasts modern sport facilities, a well-eguiped health centre and gymn. Three more campuses are are in Jalan Halimun, Jalan K.H.Achmad Dahlan, and Jalan Setiabudi, in South Jakarta. Each one can be easily reached by public trnportation. The number of campuses reflects UNJ’s belief that ‘Small is beautiful’ there by prioritizing culturally and aesthetically balanced learning environment.
Vision, Mission and AIMS
Converted from the Institute of Teacher Training and Education (IKIP) by Presidential Decree No.93, August 4,1999, UNJ has widened its focus not only to the training of professionals in education, but also to those in The non-educational fields of science, technology, arts and culture at all levels. In fact, during the 36 years of its existence as a teacher training institute, it has produced over 45.000 graduates who work all over the country, not only as teachers and educators, but also as well-received professional in non-educational fields. UNJ is committed to the pursuit of excellence in teaching, research, and scholarship, while aiming at a more ambitious goal to become a leader in higher educationin the year 2020.
Study Program
The university offers 44 study programs in its 29 departemens of 6 faculties. Courses on offer include a range of SI (under-graduate) programs, a number of S2 (master) and S3 (Doctorate) programs. Besides, non-degree programmes and diploma courses are also offered; for non-education graduates who want to work as teachers, certificate courses are available through Akta-5 programs. The S1 program covers 144-to-160-credit courses which have tobe accomplished within the time span of 14 semesters, at the maximum. S1 graduates of the education strand are awarded the title S.Pd, and those of the non-educationnal strand are awarded with various titles that are specially used for the areas study or skills in question. S1 students are selected through the regular state university entrance test, which is referred to as Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri or UMPTN, for short, and also through the selection system called Interest and Ability Tracing (Penelusuran Minat dan Kemampuan, or PMDK, for short). In addition, a number of departments, including the Sport Department, the Visual Art Department, the Music Department, and the Dance Department, require that students go through a special test before being accepted. The S2 program covers 36-credit courses that have to be finished within the Tim span of 4 semesters to 10 semesters. The S3 program covers 40-credit courses that have to be finished within the time span of 5 semesters to 10 semesters. Some faculties offer various courses of non-degree programs, including polytechinc-qualified diploma courses of D2 and D3, and Akta -4 certificate courses for non-educational students who are interested in becoming senior-high-school teachers. A Transfer Program (Alih Program) is provided for those who wish to upgrade their D1, D2, D3 qualification to S1.
More about → Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Diposting oleh
Unknown
Unsyiah atau Universitas Syiah Kuala di Aceh, merupakan wujud dari keinginan rakyat Aceh untuk memiliki sebuah lembaga pendidikan tinggi negeri, sebagaimana yang pernah ada dan berkembang pada masa silam.
Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh telah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang terkenal. Para mahasiswa dan staf pengajar berasal dari berbagai penjuru dunia, seperti Kesultanan Turki, Iran, dan India. Syiah Kuala, yang namanya ditabalkan pada perguruan tinggi negeri di Serambi Mekkah ini, adalah seorang ulama Nusantara terkemuka yang bernama Tengku Abdur Rauf As Singkili di abad XVI, yang terkenal baik di bidang ilmu hukum maupun keagamaan.
Pada tahun 1957, awal Provinsi Aceh terbentuk, para pemimpin pemerintahan Aceh, antara lain oleh Gubernur Ali Hasjmy, Penguasa Perang Letnan Kolonel H. Syamaun Ghaharu dan Mayor T. Hamzah Bendahara serta didukung para penguasa, cendikiawan, ulama, dan para politisi lainnya telah sepakat untuk meletakkan dasar bagi pembangunan pendidikan daerah Aceh.
Tanggal 21 April 1958, Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) dibentuk dengan tujuan mengadakan pembangunan dalam bidang rohani dan jasmani guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat. YDKA pada awalnya dipimpin oleh Bupati M. Husen, Kepala Pemerintahan Umum pada Kantor Gubernur pada waktu itu, yang kemudian dipimpin oleh Gubernur Ali Hasjmy. YDKA menyusun program antara lain:
a. Mendirikan perkampungan pelajar/ mahasiswa di ibukota provinsi dan setiap kota kabupaten dalam wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.
b. Mengusahakan berdirinya satu Universitas untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam.
Selaras dengan ide tersebut, tanggal 29 Juni 1958, Penguasa Perang Daerah Istimewa Aceh membentuk KOMISI PERENCANA DAN PENCIPTA KOTA PELAJAR/MAHASISWA. Komisi yang dipandang sebagai saudara kandung YDKA ini mempunyai tugas sebagai komisi pencipta, badan pemikir, dan inspirasi bagi YDKA, sehingga komisi ini dipandang sebagai modal utama pembangunan perkampungan pelajar/mahasiswa.
Komisi pencipta diketuai oleh Gubernur Ali Hasjmy dan Letkol T. Hamzah sebagai wakil ketua. Hasil karyanya yang pertama adalah menciptakan nama DARUSSALAM untuk kota pelajar/mahasiswa, dan SYIAH KUALA untuk Universitas yang didirikan.
Seterusnya berbagai usaha dilakukan oleh YDKA bersama Komisi Pencipta untuk mewujudkan pembangunan Darussalam dan Universitas Syiah Kuala.
Tekad pemerintah dan rakyat Aceh untuk membangun kembali dunia pendidikan Aceh, telah terpatri dengan kokoh didalam dada, sehingga setahun kemudian, pada tanggal 17 Agustus 1958 telah dilangsungkan upacara peletakan batu pertama kota pelajar/ mahasiswa (KOPELMA) Darussalam oleh Menteri Agama K.H. Mohd. Ilyas atas nama pemerintah pusat, seminggu kemudian diikuti dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung di Darussalam yang dilakukan oleh Menteri PDK Prof. Dr. Priyono.
Setahun kemudian keinginan dan cita-cita rakyat Aceh untuk memiliki sebuah perguruan tinggi telah menjadi kenyataan. Kota Pelajar Mahasiswa Darussalam secara resmi dibuka Presiden Soekarno pada tanggal 2 September 1959, diiringi pembukaan selubung Tugu Darussalam dan peresmian pembukaan fakultas pertama dari Universitas Syiah Kuala, yaitu Fakultas Ekonomi. Tanggal 2 September ini selanjutnya ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, yang diperingati setiap tahun oleh rakyat Aceh, hari yang mengandung makna kebangkitan kembali pendidikan di daerah ini.
Pada pembukaan dan peresmian Kopelma Darussalam, Presiden Soekarno menyatakan bahwa Darussalam sebagai pusat pendidikan daerah Aceh adalah lambang iklim damai dan suasana persatuan, hasil kerjasama antara rakyat dan para pemimpin Aceh, serta sebagai modal pembangunan dan kemajuan daerah Aceh khususnya, dan Indonesia umumnya.
Sejarah telah membuktikan bahwa tekad bulat telah mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan, dan kenyataan ini telah diabadikan dalam guratan pada Tugu Darussalam melalui tulisan tangan seorang pemimpin negara.
Mulai saat itu, semua komponen rakyat Aceh ikut mencurahkan pikiran dan tenaga serta bekerja bahu membahu dalam membangun Darussalam sehingga berdirinya Universitas Syiah Kuala. Polisi, tentara, pegawai, anak sekolah, rakyat di sekitar perkampungan Darussalam, turut serta bergotong royong dengan penuh keikhlasan untuk mendirikan dan menyumbangkan tenaga bagi pembangunan Darussalam, yang dipandang sebagai “Jantung Hati Rakyat Aceh”.
Cikal bakal Unsyiah yang dimulai dari Fakultas Ekonomi, dilanjutkan dengan pembentukan Fakultas Kedokteran Hewan dan Ilmu Peternakan pada tahun 1960. Unsyiah, sebagai sebuah universitas secara resmi baru dinyatakan pada tanggal 21 Juni 1961 melalui SK Menteri PTIP No. 11 Tahun 1961 dan pengesahaannya melalui Keputusan Presiden No. 161 tanggal 24 April tahun 1962. Bersamaan dengan SK pembukaan Unsyiah, maka dibuka pula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat.
Pengembangan Unsyiah dilanjutkan dengan pendirian Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran dan Fakultas MIPA. Disamping 8 buah Fakultas dengan jenjang Strata 1 tersebut, hingga saat ini Unsyiah telah memiliki program profesi untuk dokter dan dokter hewan, program diploma 3 (D-III) Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, program diploma 2 (D-II PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, program S1 Ekstensi Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian, serta kelas paralel S1 FKIP.
Selain itu, Universitas Syiah Kuala juga telah membuka program Pasca Sarjana (PPs) magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), Magister Manajemen (MM), Konservasi Sumber Daya Lahan (KSDL), Manajemen Pendidikan (MP), dan Magister Teknik (MT). Pada tahun ajaran 1998/1999, Universitas Syiah Kuala telah menerima mahasiswa baru untuk Program Doktor (S3) dalam bidang ilmu ekonomi.
Sejak didirikan, Unsyiah berturut-turut dipimpin oleh Kolonel M. Jasin dengan sebutan Pj. Presiden, Drs. Marsuki Nyak Man dengan sebutan ketua Presidium, Drs. A. Madjid Ibrahim sebagai Rektor, seterusnya Prof. Dr. Ibrahim Hasan, MBA., Prod. Dr. Abdullah Ali, M.Sc., Dr. M. Ali Basyah Amin, MA., Prof. Dr. Dayan Dawood, MA., Prof. Dr. Abdi A. Wahab, M.Sc. dan kini Unsyiah berada dibawah pimpinan Prof. Dr. Darni M. Daud, M.A
Visi
“Menjadi universitas yang inovatif, mandiri dan terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, olahraga, dan seni sehingga menghasilkan lulusan berkualitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika.”
Misi
- Menyelengarakantridarma perguruan tinggi untuk mendukung pembagunan daerah, nasional, dan international berbasis sumber daya lokal,
- Meningkatkan kualitas akademik untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi,
- Menerapkan manajemen mutu terpadu dibidang pendidikan melalui penerapan prinsip transparansi, partisipatif, efisien, dan produktif.
- Memperkuat dan memperluas jaringan kerjasama institusioanl dalam rangka mengembangkan dan melestarikan temuan ilmu pengetahuan, teknologi, humoraria, olahraga dan seni, dan
- Mewujudkan universitas yang mandiri.
Tujuan
- Menjadi universitas yang bermutu di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memecahkan masalah-masalah kekinian yang muncul dalam masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keimanan dan ketaqwaan.
- Memberikan pelayanan yang maksimal bagi seluruh stakeholders.
- Menjadi universitas yang akuntabel mencirikan good govermance.
- Menjadi partner in progress bagi pembanguna daerah, nasional dan international dan.
- Menjadi universitas mandiri.
LAMBANG UNIVERSITAS SYIAH KUALA
1. Tulisan Universitas Syiah Kuala, merupakan dedikasi rakyat Aceh untuk mengenang akan jasa-jasa dan dharma bakti Teungku Syekh Abdur Rauf, yang lebih dikenal dengan panggilan Teungku Syiah Kuala. Seorang cendikiawan muslim yang dijadikan simbol pendidikan dan keteguhan dalam menggali ilmu pengetahuan untuk mencari kebenaran.
2. Tugu Darussalam, lambang kedamaian dan persatuan, cermin cita-cita proklamasi dan jiwa 17 Agustus 1945.
3. Kubah, melambangkan ke-Esaan Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai elemen vital dalam kehidupan masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia.
4. Bunga Seleupok, lambang kehormatan dan kesucian cita-cita pendidikan.
5. Lima lembar daun yang melingkari Logo, mencerminkan dasar negara Republik Indonesia, Pancasila.
Struktur Organisasi
Organisasi dan tatalaksana USK, diatur berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0200/O/1995. Selain daripada itu telah ditetapkan pula Statuta USK berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0426/O/1992, sebagai pedoman dasar dan acuan untuk penyelenggaraan pengembangan program, penyelenggaraan kegiatan fungsional dan sebagai rujukan untuk berbagai pengembang- an dan prosedur operasional.
USK dipimpin oleh Rektor yang bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan Nasional. Pimpinan Universitas, yaitu Rektor dan keempat Pembantu Rektor, didampingi oleh Senat Universitas dan Dewan Penyantun. Dibawah Universitas terdapat unsur pelaksana akademik (Fakultas, Program Studi Pascasarjana dan Doktor, Serta lembaga), unsur pelaksana administratif (Biro-biro), dan unsur penunjang yang berupa Unit Pelaksana Teknis (UPT). Disamping itu terdapat pula beberapa unit organisasi non-struktural dan unsur pelengkap.
Hubungi Unsyiah
Jika anda mempunyai pertanyaan dan saran, anda dapat menghubungi staf Unsyiah.
Jl. T. Nyak Arief Darussalam Banda Aceh 23111
Telp. (0651) 7553205, 7553248, 7554394, 7554395, 7554396, 7554398
Fax. (0651) 7554229, 7551241, 7552730, 7553408
Email : info@unsyiah.ac.id
More about → Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH)