Tampilkan postingan dengan label STAIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STAIN. Tampilkan semua postingan

Profil STAIN Bukittinggi

Diposting oleh Unknown on Jumat, 19 Agustus 2011

Apabila mengamati perjalanan sejarah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), maka tidak akan terlepas dari pembicaraan mengenai sejarah (Institut Agama Islam Negeri (IAIN), karena STAIN lahir dari adanya IAIN Imam Bonjol Padang. Dan bila berbicara tentang sejarah IAIN Imam Bonjol Padang maka tidak akan terlepas dari sejarah IAIN itu sendiri.

IAIN merupakan perwujudan dari gagasan dan hasrat umat Islam yang merupakan mayoritas bangsa Indonesia untuk mencetak kader pemimpin Islam bagi keperluan perjuangan bangsa Indonesia.

Gagasan tersebut sudah tumbuh sejak zaman penjajahan Belanda. Almarhum Dr. Satiman Wirjosandjojo berusaha mendirikan pesantren luhur sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Agama. Akan tetapi usaha itu belum berhasil karena hambatan dari pihak Belanda. Pada tahun 1940 Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) di Padang mendirikan Sekolah Islam Tinggi (SIT), tapi hanya berjalan sampai tahun 1942 karena pendudukan Jepang di Indonesia. Di zaman pendudukan Jepang, usaha mendirikan perguruan tinggi Islam terus dilakukan, hingga akhirnya pemerintah Jepang menjanjikan kepada umat Islam Indonesia untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama di Jakarta kemudian beberapa tokoh Islam segera mendirikan satu yayasan yang diketuai oleh Muhammad Hatta dan sekretarisnya Muhammad Natsir.

Pada tanggal 8 Juli 1945 (27 Rajab 1364 H) yayasan tersebut mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI) berkedudukan di Jakarta dengan pimpinannya Abdul Kahar Mudzakkir.

Akibat pindahnya pusat pemerintahan RI ke Yogyakarta, setelah merdeka (tahun 1946), maka STI pun ikut pindah dan berganti nama menjadi Universitas Islam Indonesia.(UII) terhitung mulai tanggal 22 maret 1948, dan diadakan penambahan-penambahan fakultas baru. Sehingga UII mempunyai empat fakultas, yaitu: 1) Fakultas Agama, 2) Fakultas Hukum, 3) Fakultas Ekonomi dan 4) Fakultas Pendidikan.

Fakultas agama UII kemudian ditingkatkan dan dinegerikan menjadi PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), berdasarkan peraturan pemerintah No. 34 tahun 1950 dengan tujuan memberikan pengajaran tingkat tinggi (Islam) dan menjadi pusat pengembangan serta pendalaman ilmu pengetahuan agama Islam

Visi dan Misi

Dalam rangka mengemban tugas sebagai lembaga yang mencerdaskan kehudpan bangsa, maka STAIN Bukittinggi merumuskan Visi, Misi dan Tujuan sebagai berikut :

Visi :

Menjadi Perguruan Tinggi terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat guna menghasilkan lulusan yang berilmu pengetahuan luas, berakhlak mulia dan berdedikasi serta menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang didasarkan kepada nilai-niai keislaman.

Misi :

1. Menyiapkan lulusan yang memiliki keluasan ilmu, kemuliaan akhlak serta kesiapan untuk mengabdi bagi kemajuan
2. Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknlogi serta seni yang dilandasi dengan nilai-nilai keislaman.
3. Mengupayakan lahirnya peneliatian yang bermutu, bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berguna bagi penyelesaian masalah-masalah sosial.


Tujuan :

1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keluasan ilmu, kemuliaan akhlak serta kesiapan untuk mengabdi bagi kemajuan.
2. Mencapai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang dilandasi dengan nilai-nilai keislaman.
3. Menghasilkan penelitian yang bermutu, bermanfaat bagi pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berguna bagi penyelesaian masalah-masalah sosial.

STAIN Bukittinggi bervisi menjadi Perguruan Tinggi terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat guna menghasilkan lulusan yang berilmu pengetahuan luas, berakhlak mulia dan berdedikasi serta menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang didasarkan kepada nilai-niai keislaman.

Akademik

STAIN mempunyai tugas pokok melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu pengetahuan agama Isalam, teknologi dan seni yang bernafaskan Islam. STAIN Sjach M. Djamil Djambek Bukittinggi memiliki dua jurusan yakni Syari'ah dan Tarbiyah serta satu program Diploma.

Jurusan Syari'ah, dengan program Studi

1. Al-Ahwal al-Syakhsiyah (Hukum Kekeluargaan/Hukum Perdata)
2. Jinayah Siyasah (Hukum Pidana dan Politik Islam)
3. Muamalah (Hukum Ekonomi Islam)
4. Ekonomi Islam

Jurusan Tarbiyah, dengan Program Studi

1. Pendidikan Agama Islam (PAI)
2. Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
3. Bimbingan dan Konseling
4. Pendidikan Bahasa Inggris
5. Pendidikan Matematika
6. Pendidikan Bahasa Arab

Diploma 3 Perbankan Syari'ah

Pimpinan

Ketua

Ismail, dilahirkan di Payakumbuh, sebuah kota kecil di Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 9 April 1968. Ia adalah anak kedua dari enam bersaudara (semuanya laki-laki), putera Novel St. Rajo Endah (alm) dan Hj. Nurhayati. Z. Pendidikan dasarnya dijalani di SD No. 2 Cingkariang, Kab. Agam Sumatera Barat, desa di mana dia berasal.

Tamat dari Sekolah Dasar, 1981, ia melanjutkan pendidikan ke Madrasah Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, Madrasah yang didirikan oleh seorang tokoh pembaharuan Islam Minangkabau, Syekh Ibrahim Musa. Di madrasah ini ia mengikuti pendidikan tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Tahun 1987, selepas dari pendidikan menengah, kemudian melanjutkan studinya pada program S1 di Fakultas Syari'ah IAIN Imam Bonjol Padang di Bukittinggi.

Di sinilah ia pertama kali mengenal Amir Syarifuddin dan pemikirannya yang kemudian diangkatnya menjadi penelitian disertasi. Perkenalannya dengan tokoh ini semakin kuat, karena selain mengikuti kuliah-kuliah yang diberikan, Amir Syarifuddin, merupakan salah seorang pembimbing skripsinya yang berjudul Qiyas Sebagai Dasar Penetapan Jarimah Hudud . Ia menamatkan studi S1-nya pada tahun 1992 dan berhasil memperoleh penghargaan tamatan terbaikProgram studi S2-nya ini diselesaikannya pada tahun 1998, dan pada tahun yang sama ia mendapat pula kesempatan mengikuti program S3 di lembaga yang sama, IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain mengikuti pendidikan formal sebagaimana yang dikemukakan di atas, ia juga pernah mengikuti pelatihan penelitian dosen-dosen IAIN Imam Bonjol Padang, pada akhir tahun 1995.

Sekarang, selain sebagai dosen pada STAIN “Sjech M. Djamil Djambek, ia dipercaya menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) pada lembaga yang sama (2002-2006), dan pada awal tahun 2006 terpilih menjadi Ketua STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi untuk periode 2006 - 2010.

Pembantu Ketua I

Dr. Ridha Ahida, M.Hum , Lahir di Padang pada tanggal 05 Desember 1970, menamatkan pendidikan pendidikan Sarjana Strata Satu (S1) di Universitas Andalas Padang pada Fakultas Hukum, Pendidikan Magister Hukum (S2) ditempuhnya di Universitas yang sama pada Program Studi Ilmu Hukum. Tulisan ilmiah yang pernah dipublikasikan antara lain Adat t Bersandi Syara', Syara' bersandi Kitabullah dipandang dari sisi hukum, Ganti Rugi untuk Korban Tindak Pidana, Pemerintah Nagari Menurut Perda No. 9 Tahun 2000, Pendidikan Akhlak dan Moral di Minangkabau, Zakat Mengentaskan Kemiskinan di Nagari.


Pembantu Ketua II

Novi Hendri, M.Ag, Lahir di Pasilihan, Solok, pada tanggal 17 Januari 1971, menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di MAN Koto Baru Padangpanjang, selanjutnya melanjutkan pendidikan Sarjana Strata Satu (S1) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang pada Fakultas Dakwah, Pendidikan Magister (S2) ditempuhnya di Institut yang sama pada Program Studi Pemikiran Islam. Tulisan ilmiah yang per·nah dipublikasikan antara lain Keikutsertaaan Bundo Kandung dalam Memfasilitasi Damapk Pariwisata di Maninjau Kabupaten Agam, Fundamentalisme Islam (Studi Gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir), Abdul Karim al-Jilli tentang Insan Kamil, Deskripsi Potensi Kerukunan dan Konflik Antar Umat Beragama di Daerah Transmigrasi Kinali, Aktualisasi Kerukunan Umat Beragama di Kota Buktitinggi, Pemikiran Islam Modern: Islamomogi Mohammed Arkoun, Sejarah Pergerakan Islam di Indonesia.

Pembantu Ketua III

Dra. Hj. Nuraisyah, M.Ag. , NIP. 150218537, Lahir di Lingga Tengah Sidikalang pada tanggal 02 Januari 1957, menamatkan pendidikan Sarjana Muda di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Bukittinggi, sedangkan Program Doktoral diselesaikan di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang. Pendidikan Magister (S2) juga ditempuhnya di Institut yang sama. Dalam kegiatan di lingkungan STAIN Bukittinggi, beliau adalah Ketua LKKBH STAIN Bukittinggi, dan menjadi salah seorang dosen senior mata kuliah Fiqh Jinayah pada STAIN Bukittinggi. Beliau juga seorang yang aktif menulis artikel untuk jurnal kampus dan jurnal ilmiah lainnya.

Copyright@www.secepat-speedy.blogspot.blogspot.com

More aboutProfil STAIN Bukittinggi

Profil STAIN Padang Sidempuan

Diposting oleh Unknown

Perguruan tinggi negeri ini merupakan pengembangan Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Padang Sidempuan yang dinegerikan pada 1968 sebagai cabang IAIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat. Setelah IAIN Sumatera Utara berdiri pada 19 November 1973, fakultas ini diubah menjadi Fakultas Tarbiyah pada perguruan yang sama. Tapi seiring dengan keluarnya ketentuan pemerintah No. 686 Tahun 1992 yang menetapkan bahwa kampus perguruan tinggi hanya berpusat pada satu lokasi dan melarang duplikasi fakultas dan jurusan sejenis pada sebuah perguruan tinggi, maka Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara ini, berubah status menjadi STAIN pada 21 Mei 1997 lewat Keputusan Presiden No.11 Tahun 1997. Alasan lain perubahan status ini, untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki perguruan tinggi Islam negeri sendiri. Lembaga pendidikan ini telah mengelola tiga jurusan: Tarbiyah, Dakwah dan Syari’ah.


Fasilitas Kampus

Ruang kuliah: 24 ruangan
Perpustakaan: koleksi 27.852 eksemplar
Laboratorium: Bahasa, Komputer
Kegiatan mahasiswa: DPM, BEM, Pramuka
Fasilitas lain: aula, masjid, lapangan olahraga, Pusat Pembinaan Mahasiswa (kapasitas 70 orang menginap)

Copyright@www.secepat-speedy.blogspot.blogspot.com

More aboutProfil STAIN Padang Sidempuan

Profil STAIN Zawiyah Cot Kala

Diposting oleh Unknown

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa didirikan pada tahun 1980 merupakan hasil keputusan Seminar Sejarah Islam di Rantau Pertamina Kuala Simpang, bahkan nama tersebut diambil dari sebuah nama lembaga pendidikan tinggi terbesar di Asia Tenggara yang tertua di Bayeun sekitar abad ke–4 H. Proses berdirinya STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa disponsori oleh M. Hasan ZZ, BA (Kakandepak Aceh Timur saat itu), M. Amin Arifin (Almarhum), Drs. Azhar Zakaria (Ka. MAN pada saat itu, sekarang Dosen tetap pada STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa), H. Zainuddin Saman dan Drs. Idris Harahap yang merupakan realisasi hasil seminar dengan mendapat dukungan dari pemerintah dan berbagai lapisan masyarakat.

Pada mulanya STAIN ini didirikan dalam bentuk Lembaga Institut Agama Islam (IAI) Zawiyah Cot Kala Langsa yang meliputi tiga Fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Dakwah. Pembukaan kuliah pertama sekali pada tanggal 14 Oktober 1980 hanya diresmikan 2 (dua) Fakultas, Fakultas Tarbiyah yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Fakultas Dakwah yaitu Jurusan Penerangan Agama sampai tingkat sarjana muda. Pada tahun 1981 dibentuk Yayasan dengan Akte Notaris No. 7 tanggal 21 Juli 1981 dan pada tahun 1982 dalam kunjungannya Menteri Agama Republik Indonesia ke Langsa (H.Alamsyah Ratu Perwiranegara) dalam rangka peresmian Departemen Agama Propinsi Daerah Istimewa Aceh oleh pengurus Yayasan menyampaikan Surat Pemohonan Terdaftar IAI Zawiyah Cot Kala Langsa, maka pada tahun 1983 keluarlah SK Dirjen Lembaga Islam Departemen Agama RI untuk terdaftarnya dengan SK Nomor: Kep/E/III/PP.00.2/1303/83 tanggal 16 April 1983, dan kemudian pada tahun 1988 dengan keputusan Menteri Agama RI, maka IAI Zawiyah Cot Kala Langsa terdaftar sampai dengan jenjang S-1 dengan SK Menteri Agama RI Nomor : 219 Tahun 1988 tanggal 1 Desember 1988, kemudian sejak tahun 1997 berubah bentuk menjadi STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam).

Dalam proses kegiatan akademik dari tahun ke tahun semakin meningkat dan berkembang, baik dilihat dari segi prestasi mahasiswa, tenaga pengajar, jumlah mahasiswa maupun peran aktif dan keberhasilan dalam bidang-bidang lainnya, maka sejak tahun 2000 lembaga ini mendapat peningkatan status menjadi Status Diakui berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama Republik Indonesia Nomor: E/36/2000 tanggal 20 Maret 2000, yang memiliki dua jurusan yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)/Tarbiyah dan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)/Dakwah. Kemudian sejak tahun 2001, STAI Zawiyah Cot Kala Langsa berupaya mengembangkan lembaga dengan membuka Program Diploma Dua (D-II) Jurusan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Perkembangan yang lebih menggembirakan yaitu Pada akhir tahun 2006 keluarlah peraturan Presiden RI Nomor 106 Tahun 2006 Tanggal 28 Desember 2006 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Dr. Susilo Bambang Yudhoyono.

Kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa mempunyai arti penting dan merasa terpanggil untuk menterjemahkan makna Tri Dharma Perguruan Tinggi ke dalam program dan kegiatan yang terarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan masa. Sehubungan dengan ini perlu pula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menetapkan suatu kebijakan ke depan serta rencana pengembangan, agar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) ini dapat menghadapi era global yang berkembang, sehingga pengembangannya memberi prioritas utama ilmu pada bidang pembinaan mental dan spiritual untuk mempersiapkan generasi intelektual yang mempunyai moralitas dan tanggung jawab yang tinggi.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa dalam perjalannya telah memiliki nilai-nilai budaya tersendiri dalam hati masyarakat Aceh Timur dan sekitarnya, karena keberadannya telah mewarnai corak pemikiran dan adat istiadat masyarakat Aceh Timur, masyarakat Kota Langsa dan Aceh Tamiang, di samping itu posisi yang strategis terletak di wilayah tiga pemerintah daerah Tingkat II yang merupakan sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan. Posisi strategis ini terbentuk melalui lembaga kajian keagamaan yang berkembang di pesantren (dayah) dan madrasah akan mengarah kepada pengkajian dan pengembangan ilmu keislaman secara objektif dan rasional.

Oleh karena itu pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) akan menempatkan posisi dan fungsinya sebagai pusat kajian Islam di tingkat lokal, yang secara berantai akan mempengaruhi di tingkat regional dan nasional. Di samping itu pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) ini akan memacu tumbuh kembali kekuatan persatuan umat Islam di Nusantara, karena dasar utama dari semangat persatuan itu terbit di perureulak dan akan bersinergi dengan semangat persatuan Nasional.

Dengan demikian penegerian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa di samping akan berdampak positif bagi perkembangan ilmu-ilmu keislaman juga akan mendorong solidaritas nasional dan memperkokoh integritas bangsa, karena adanya lembanga pendidikan Islam yang secara loyal mendedikasikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan agama, kecuali itu penegerian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) ini juga akan melahirkan kebanggaan dikalangan umat Islam Aceh, hal mana sangat positif bagi langkah-langkah penyelesaian konflik secara damai.

Struktur Organisasi



STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa dan ‘pohon’ peradaban

Tak sebatas mimpi panjang dari waktu tak terbataskan, atas keberadaan sebuah lembaga Perguruan Tinggi bernama STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa setelah dua tahun lalu penegeriannya, kini kian menunjukkan eksistensinya. STAIN concer. Dengan latar belakang sejarah panjang juga memiliki nilai historis penting untuk didalami guna mewujudkan cita-cita luhur para pendirinya. “Karena ia tidak dibangun dengan sebuah aktivitas yang kosong dari makna, tetapi karena impian dan keinginan untuk melihat kehidupan yang lebih tercerahkan bagi generasi mendatang.”

Kutipan di atas adalah sekelumit ungkapan Dr. Zulkarnaini Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa pada wisuda ke-9 di kampus Meurandeh, Rabu (30/12). Sang Ketua mengetengahkan sejarah panjang berdirinya lembaga pendidikan ini atas dasar keinginan dan cita-cita luhur.

“Ia ibarat pohon yang ditanam tetua, yang mungkin ia sendiri tidak akan pernah sempat memetik buahnya,” tukas lelaki muda itu lagi, “tetapi ia tidak akan berhenti menanam,” tandas Zulkarnaini. Disebutkan, pohon itu memang bukan untuk dipetik buahnya, tetapi untuk diwariskan kepada anak-anak dan cucunya. Merekalah yang akan menikmati hasilnya. Dalam nada yang lembut nan santai Sang Ketua STAIN ini mengisbatkan bahwa pohon itu adalah lambang cinta, kasih sayang dan kepedulian, karenanya tak patut dikotori kedengkian, ketamakan dan sikap-sikap merugi.

Dalam kesempatan itu dia berharap akan pohon itu harus dirawat dengan baik supaya dapat memberikan hasil yang maksimal. Hendaknya orang-orang yang menikmatinya dapat bersyukur kepada Allah dan sedianya berterimakasih kepada orang-orang yang telah berjasa menanamnya. Menyimak untaian ungkapan lelaki muda yang bergelar doktor itu, bak mendengar kecapi bergurindam seumpama dawai yang mengalun nada-nada yang berkalbu, namun menggugah penuh nilai filosofi.

“STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa telah menjadi sebuah realitas, adalah sebatang pohon yang kini telah tumbuh nan rindang serta berakar kuat menghujam di dasar bumi,” ungkap Zulkarnaini seraya menerangkan, ini adalah sebuah simbol dari realitas kehidupan keilmuan dan harapan masyarakat Aceh umumnya Kota Langsa khususnya.

Sebagaimana dilaporkan Pembantu Ketua Bidang akademik STAIN, Drs. H. Basri Ibrahim, MA, 302 wisudawan/ti ini merupakan bagian dari jumlah total 3.777 lulusan sarjana. “Dengan bertambahnya 302 lulusan yang diwisuda ini maka STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa telah menghasilkan 3.777 sarjana,” urai mantan aktivis HMI itu dalam laporannya. Sejumlah sarjana yang telah dihasilkan ini diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mengisi pembangunan fisik dan mental di negeri ini. Sebagai asset bangsa, yang memiliki basic ilmu agama sedianya penerapan nantinya tak hanya sebatas pencerahan dalam konsepsi religi, namun lebih dari itu bisa menjadi sebagai motivator dan motor penggerak pembangunan di segala dimensi.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua STAIN, Dr. Zulkarnaini dalam mengartikulasi bahwa pohon yang dimaksudkan adalah bukan sembarang pohon, tetapi pohon ilmu dan peradaban. “Ia menyimpan segudang harapan; ia adalah cahaya pencerahan, penerang hati dan pikiran, dan sumber mata air bagi umat yang dahaga,” kata lelaki beranak tiga itu sambil melanjutkan, lembaga ini harus menjadi mesin yang memproduksi ulama, cendekiawan, intelektual dan pemimpin besar yang cerdas secara santun, berakhlak mulia serta responsif terhadap gejala—perkembangan zaman.

Sebagaimana tujuan pemerintah mendirikan lembaga-lembaga Perguruan Tinggi Islam ini sebagai upaya dan langkah konkrit dalam membangun bangsa yang beradab, sehingga dapat menjadi negeri yang baldhatun thayyibatun wa rabbun qhafur. “Yakni negeri yang baik dan memiliki tatanan yang prima dalam berbagai dimensi kehidupan sekaligus mendapat keampunan Allah SWT,” kata pembicara Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag dalam orasi ilmiah pada wisuda tersebut.

Dia menyebutkan, untuk menjadikan STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa dengan eksistensinya yang tak perlu diragukan lagi, namun dibutuhkan konsistensi dan ikhtiar berkelanjutan, sehingga lembaga Perguruan Tinggi ini bisa mengambil peran strategis serta benar-benar mampu menajadi agen perubahan di tengah bangsa dan umat manusia.

Namun demikian, STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa harus juga menyadari, bahwa keberadaan dengan segenap daya terus berusaha memajukan diri, tentu tak luput dari dinamika perubahan. Keberadaan lembaga ini akan ‘survive’ bilamana mampu bertumpu pada segenap perubahan itu sendiri. “Jika tidak, maka lambat atau cepat lembaga ini akan tertinggal dan ditinggalkan,” kata Syamsul Rijal di hadapan seribuan hadirin.

Sebelumnya Ketua STAIN, Dr. Zulkarnaini menukaskan, prosesi wisuda adalah sebuah ritual keilmuan untuk mengukuhkan—meresmikan keberadaan seseorang yang telah memeroleh ijazah di Perguruan Tinggi setelah limit waktu yang ada menyelesaikan tugas belajar. “Mereka yang telah diwisuda berarti telah diijazahkan atau telah mendapatkan peunutoh dalam bahasa Aceh sebagai seorang sarjana atau ulama’ dalam bahasa Arab atau scholar dalam bahasa Inggris,” cetusnya seraya berharap, hendaknya para lulusan ini dapat mengaplikasikan ilmunya, sehingga bermanfaat dan bermakna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Bravo!

Copyright@www.secepat-speedy.blogspot.blogspot.com

More aboutProfil STAIN Zawiyah Cot Kala

Profil STAIN Malikussaleh

Diposting oleh Unknown

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) STAIN Malikussaleh, atau STAIN Malikussaleh, bukan satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri di Lhokseumawe Aceh, karena masih ada PTN lain yakni Politeknik Negeri Lhokseumawe yang didirikan pada tahun 1985 dengan bantuan dana dari Bank Dunia XIII.


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe didirikan pada tanggal 12 Juni 1969. Mereka berhasil membentuk lahirnya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi sekaligus mengadakan Rapat Perdana. Berdasarkan hasil keputusan rapat Yayasan Perguruan Tinggi tanggal 24 Mei 1972, AIA berubah namanya menjadi Perguruan Tinggi Islam Malikussaleh (PERTIM). Dalam perjalanannya, PERTIM terus mengalami perkembangan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat luas. Pada tahun 1975 PERTIM berubah menjadi Fakultas Syariah PERTIM yang merupakan final dari Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh sejak tahun 197. Dari Drs. Tgk. H. A. Wahab Dahlawy kemudian sejak tahun 1975 tampuk kepemimpinan diteruskan oleh Drs. Tgk. H.A.Gani El Ahmady. Pada tanggal 15 Mei 1980 dalam suatu rapat pengurus yayasan diputuskan antara lain ; membentuk pengurus yayasan baru dan mengubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Malikussaleh. Periode 1980-1987 tongkat kepemimpinan beralih kepada Drs. H. Ghazali Muhammad Syam (dua periode), dan pada tahun 1988-1989 dijabat oleh Drs. Mahyudin Ali. Lalu pada tahun 1990 dilanjutkan oleh Drs. Tgk.H. Idris Mahmudy hingga tahun 2004. pada era kepemimpinannya kembali terjadi perubahan status terdaftar. Pada akhir era kepemimpinannya wisuda perdana diadakan dengan jumlah wisudawan 64 orang. Selanjutnya, mulai tahun1996-2001 estafet kepemimpinan diteruskan oleh Drs. H. A.Muthallib Hasan. Dibawah kepemimpinannya STIS Malikussaleh mendapat penghargaan dari Departemen Agama RI dengan pemberian dan Peningkatan Status menjadi diakui dan penambahan 1 (satu) Jurusan yaitu Jurusan Tarbiyah dengan status terdaftar berdasarkan SK Menteri Agama RI. Pada tahun ini juga, nama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Malikussaleh (STAIM) dengan 2 (dua) Jurusan yaitu Jurusan Syariah dan Jurusan Tarbiyah. Setelah periode kepemimpinan Drs. H. A. MUthallib Hasan berakhir pada bulan Juni 2001, Drs. Hafifuddin melanjutkan kemudi kepemimpinan untuk periode 2001-2004. berdasarkan Keputusan hasil rapat senat STAIM Lhokseumawe pada bulan Juli 2001. pada masa kepemimpinan Drs. Hafifuddin STAIN Malikussaleh mulai melakukan berbagai persiapan untuk penegrian. Berbagai persiapan yang tidak dikenal lelah itu pada 5 Januari 2004 membuahkan hasil dengan ditanda tangani Keputusan Presiden RI Megawati Soekarnoputri NO. 2 tentang Penegrian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe. Menyusul perubahan status dari swasta menjadi penegrian, maka STAIN Malikssaleh yang menyandang status baru itu sekaligus dihadapkan pada aneka tantangan dan hambatan. Sebagai lembaga perguruan tinggi islam, kini ia dituntut bukan hanya sekedar harus mampu menjawab problematika umat masa depan tetapi berkembang untuk memajukan pendidikan sekaligus pada saat yang sama dituntut untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat sebagai ibu kandung yang melahirkannya. Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, diperlukan sikap professional dan pemberdayaan insane kampus yang memeliki tidak hanya wawasan keislaman, keilmuan, kebangsaan. Namun juga kemandirian disamping keuletan, kesabaran, dan kecermatan. Dengan demikian, STAIN Malikussaleh akan menjadi poros utama dalam mempersiapkan dan mengembangkan SDM dalam berbagai disiplin ilmu. Sehingga akan melahirkan lulusan yang kreatif, inovatif, responsive, serta berakhlakul karimah. Tidak hanya itu. STAIN Malikussaleh juga diharapkan menjadi sebuah lembaga otonom dengan mengedepankan nilai-nilai kejujuran ilmiah dan Imu amaliah.

Program Studi

• Tadris Matematika
• Tadris Bahasa Inggris
• Pendidikan Agama Islam
• Ahwal Al-Syakhsiyyah
• Ekonomi Islam
• Komunikasi dan Penyiaran Islam

Alamat Kontak

Jl. Tengku Chik Ditiro No. 9 Lhokseumawe Aceh Utara
Telp. 0645-47267
Fax. 0645 – 40329
More aboutProfil STAIN Malikussaleh

Latihan Soal Snmptn 2012

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 23 Juli 2011

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan salah satu jalur independen yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menyaring siswa baru di lingkup Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa melihat latar belakang sekolah, ekonomi, dan tingkat sosial.

Walapun gerbang pintu sukses menuju PTN pun semakin terbuka lebar dan banyak PTN menggelar ujian mandiri bagi siapa saja tetapi tetap saja Snmptn merupakan primadona bagi mayoritas siswa karena jalur ini tidak semahal jalur khusus walaupun dengan jumlah peminat yang sangat banyak. Nah untuk Anda calon peserta Snmptn 2012 untuk mengantisipasi persaingan yang teramat ketat kami sarankan berlatihlah dengan sebaik-baiknya Latihan Soal Snmptn 2012 yang kami terbitkan di situs sumber-informasi-kita.blogspot ini. Kami yakin latihan Soal Snmptn tahun 2012 ini dapat dipergunakan sebagai bekal Anda dengan minimal 2 (dua) alasan, pertama latihan soal dibuat oleh tim kami yang berpengalaman, kedua jenis soal dan derajat kesulitan soal berusaha kami sesuaikan dengan kondisi riil Snmptn. Nah silakan siswa/siswi memanfaatkan SNMPTN sebaik mungkin dengan penuh optimisme, mengingat begitu besarnya jumlah peserta SNMPTN setiap tahunnya.


Download Latihan Soal Snmptn 2012


Berlaku untuk peserta Snmptn 2012 Program IPA, IPS, dan IPC

Berlaku untuk peserta Snmptn 2012 Program IPA, IPS, dan IPC

Berlaku untuk peserta Snmptn 2012 Program IPA dan IPC

Berlaku untuk peserta Snmptn 2012 Program IPS dan IPC

Dalam hal pengumuman hasil Snmptn 2011 yang disesalkan adalah masih menyisakan Aksi protes terhadap hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Cenderawasih (Uncen) yang dilakukan puluhan mahasiswa kembali berlanjut ke Kampus Uncen Abepura, Jumat (1/7). Sama seperti yang dilakukan di Kampus Uncen Waena, Kamis (30/6), puluhan mahasiswa tersebut juga melakukan pemalangan di pintu gerbang kampus.

Selain melakukan orasi, mereka juga melakukan pembakaran tumpukan kayu didepan pintu masuk tersebut. Akibat pemalangan ini, sempat juga menganggu akses mahasiswa yang akan masuk ke kampus.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan, Michael, meminta agar para pendaftar orang Papua yang tidak diterima melalui jalur SNMPTN, dapat diakomodir melalui penerimaan mahasiswa reguler lewat jalur lokal.


Sementara itu, Rektor Uncen, Prof.DR. Berth Kambuaya, MBA, menanggapi aspirasi para mahasiswa tersebut menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Mendiknas terkait dengan penerimaan mahasiswa melalui jalur lokal untuk mengakomodir orang Papua.

Dengan daya tampung yang melebihi ketentuan itu kata Rektor, Uncen setiap tahun selalu mendapat teguran dari Inspektorat Kemendiknas karena selalu melanggar ketentuan. Untuk itu, mahasiswa harus memahami kondisi yang ada dan sangat tidak mungkin hasil SNMPTN ini ditinjua kembali karena ini sudah menjadi keputusan pusat.

Karena itu, Rektor minta para mahasiswa jangan melakukan pemalangan kampus. Sebab untuk mengakomodir para pendaftar yang tidak lulus akan diupayakan melalui jalur lokal yakni seleksi mandiri dan SLSB. "Yang jelas apa yang menjadi aspirasi para mahasiswa akan kita sampaikan ke Mendiknas supaya kedepan ada kebijakan lain untuk mengakomodir orang Papua apakah nantinya 60 persen seleksi mahasiswa melalui jalur lokal dan 40 persen melalui jalur SNMPTN," tandasnya.

Terkait dengan hasil SNMPTN ini, Rektor Kamabuaya, mengatakan bahwa pihaknya sudah sangat mengakomodir kepentingan orang Papua. Namun menurutnya pendaftar putra daerah yang memilih jurusan MIPA sangat sedikit dibandingkan non Papua. Sehingga, dicermati jurusan MIPA ini lebih banyak diisi oleh non Papua yang memang pendaftarnya sangat banyak.


Begitu halnya dengan penerimaan baru melalui jalur undangan imbuh Rektor, banyak jurusan-jurusan MIPA yang harusnya diisi oleh orang Papua, tapi kenyataanya banyak yang kosong, sehingga kouta ini diisi non Papua. Sesuai data yang ada lanjut Rektor, jumlah pendaftar mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN undangan 2011, putra daerah untuk jurusan MIPA yang mendaftar hanya 30 orang, sedangkan non papua 236.

Sementara itu, terkait aksi demo penolakan hasil SNMPTN, Wakil Ketua Komisi E DPRP, Ananias Pigai, SE, menyatakan akan mengundang Rektor Uncen dan Panitia SNMPTN Uncen untuk membahas masalah ini. Untuk pelaksanaan SNMPTN, Ananias Pigai berharap agar ada keberpihakan kepada orang asli Papua meskipun format SNMPTN tersebut merupakan program nasional.

Ok daripada protes atau demo, lebih baik kalian berlatih soal Snmptn dari situs ini dengan sebaik mungkin agar Anda bisa sukses Snmptn 2012.

More aboutLatihan Soal Snmptn 2012